JELANG HARI PERNIKAHAN NYA,PRIA INI MEMALSUKAN KEMATIAN NYA
Hari pernikahan Alex Lancaster,23 tahun,yang sedianya berlangsung Jumat (15/8) kandas lantaran tunangannya memalsukan kematiannya.Tucker Blandford,tunangan Alex bertemu pertama kali pada Agustus 2012.
"Dia itu lelaki sejati.Dia kerap menghadiahi saya banyak berlian.Kami selalu merayakan hari jadi dengan makan malam bersama,"tutur Lancaster.
"Saya tidak pernah jatuh cinta seperti itu.Saya bertemu keluarganya dan mereka memperlakukan saya seperti anak sendiri.Ibunya dan saya menjadi sangat dekat.
Blandford kemudian melamar Alex dan kemudian merencanakan pernikahan.Namun setelah beberapa bulan,Blandford mengalami perubahan.
Puncaknya,Alex menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai ayah tunangannya.
"Dia memberi tahu saya bahwa Tucker mengalami depresi berat dan ingin mati,sehingga akhirnya dia dengan sengaja melompat ke depan mobil yang sedang melaju.
"Pria itu juga menjelaskan keluarga berusaha mengirim Tucker ke psikiater,namun semua sudah terlambat."
Usai mendapat telepon tersebut,Alex lantas menelepon ibu Tucker untuk memastikan.Namun sang ibu justru tidak mengetahui kabar kematian anaknya karena Tucker sendiri masih hidup dan dalam kondisi baik-baik saja.
Dia (ibu) bilang Tucker baik-baik saja,tapi dia mengira kami sudah tidak lagi bertunangan."
Sejak kebohongannya terungkap,Tucker lantas meminta maaf dan menawarkan sejumlah uang. Namun Alex menolaknya.
"Saya rasa saya tidak akan pernah bisa memaafkannya.Berpura-pura mati agar tidak jadi menikahi saya benar-benar perbuatan pengecut.
"Alex adalah perempuan hebat.Tapi saya perlahan mulai merasa ketakutan akan hubungan kami,dan ingin segera mengakhirinya."
Kini Alex bisa melanjutkan hidupnya dengan mengelola bisnis wedding organizer yang sukes.


0 comments: